Awas Salah!! Begini Cara Merevisi Credit Limit yang Benar

Prev Next

Seperti informasi yang pernah disampaikan sebelumnya, Tim DMS sedang mengembangkan skema baru credit limit (pembatasan jumlah piutang customer) yang mengharuskan dealer setting credit limit untuk semua customer jika tidak ingin ada approval untuk transaksi awal. Berikut ini penjelasan konsepnya:

  • Skema Sebelumnya: Jika Credit Limit tidak disetting, maka limit customer = tak terhingga (tidak ada Batasan dalam melakukan Transaksi). Sehingga Bisa melakukan Transaksi dan dengan piutang sebanyak-banyaknya.
  • Skema baru: Jika Credit Limit tidak disetting, maka limit customer = 0. Sehingga harus selalu menjalankan proses approval credit limit setiap akan transaksi.

Namun setelah melakukan beberapa kali transaksi, biasanya ada review dari pihak dealer dan merasa perlu adanya perubahan jumlah batasan credit limit untuk beberapa customer agar customer tersebut dapat melanjutkan transaksi

A. Bagaimana cara mengubah jumlah credit limit?

Maksud mengubah jumlah credit ini adalah dengan langsung membuat baru data master credit limit customer, tanpa harus dengan deactive credit limit . Hal tersebut dikarenakan system akan mengambil data credit limit dengan tanggal effective date yang paling baru. Pada contoh dibawah ini, system akan mengambil data credit limit data dengan effective date terbaru yaitu 4 Sept 2022.
image.png

B. Hal apa saja yang perlu diperhatikan pada saat membuat credit limit?

Berikut ini beberapa poin yang perlu di perhatikan:

image.png

1. Customer option

  • Customer : Untuk membuat credit limit per customer
  • Customer group : Untuk membuat credit limit per customer group (Customer Group harus dibuat terlebih dahulu oleh tim Fleet HMSI)
PENTING ⚠️

Pastikan ID No dari Customer yang akan dibuatkan credit limit menggunakan ID (NPWP/KTP) yang valid.

2. Effective date
Effective date merupakan Tanggal mulai berlakunya credit limit. Tanggalnya hanya bisa diisi sama dengan atau > dari tanggal hari ini.

INFO 💡

Meskipun Effective Date per hari ini atau tanggal tertentu, perhitungan AR tetap merujuk keseluruh sisa AR Customer tersebut.

3. Overdue
Overdue berbeda dengan TOP (Term of Payment) atau tempo pembayaran. Overdue merupakan tambahan waktu setelah TOP, atau bisa disebut sebagai toleransi pembayaran setelah TOP.

C. Apakah Limit Service dan Spareparts bisa digabungkan?

Yang dimaksud dengan menggabungkan profit center ini adalah menggabungkan 2 profit center atau lebih (contohnya service dan sparepart) menjadi 1 group. Kebutuhan ini bisa di akomodir oleh DMS. Tujuan profit center ini digabung iyalah untuk membatasi total piutang customer agar tidak bisa transaksi sebelum transaksi sebelumnya dilunasi sesuai dengan group yang sudah disetting. Sehingga tidak Transaksi Customer tidak hanya lancar atau terhambat credit limit di salah satu departemen baik service maupun spareparts. Berikut ini gambarannya:
image.png

Untuk menggabungkan profit center group, cukup menjadikan profit center menjadi 1 profit center group yang sama seperti contoh diatas (Workshop & Spareparts sama sama di profit center Group B).
Credit Limit Amount “0” seperti gambar diatas bukan berarti limit nya tidak terbatas, melainkan limitnya 0 Rupiah. Berikut ini simulasinya:

image.png


Semoga informasi diatas bisa membantu mengatasi kendala yang dihadapi rekan-rekan Dealer. Jika ada kendala yang belum terselesaikan, silahkan menghubungi kami melalui WA Helpdesk


Title Information & Disclaimer

Awas Salah!! Begini Cara Merevisi Credit Limit yang Benar

[A312001]

Master (A) --> General (3) --> Cash Management (12) --> Seq (001)

October, 2022

(Disclaimer)
Seluruh informasi yang terdapat dalam dokumen ini diterbitkan oleh PT HINO MOTORS SALES INDONESIA. Tidak ada satu pun dari dokumen ini yang diperkenankan untuk disalin, diperbanyak, diterbitkan, diunduh, diunggah, dikirim atau didistribusikan dengan cara apapun, tanpa persetujuan tertulis dari PT. HINO MOTORS SALES INDONESIA