Tips menghindari kerusakan Differential akibat Slip

Prev Next

TIPS MENGHINDARI KERUSAKAN DIFFERENTIAL AKIBAT SLIP

  1. Penjelasan
    Image
    Spin out pada differential terjadi ketika pengemudi memaksa kendaraan dengan akselerasi mendadak pada kondisi putaran roda tinggi, terutama saat beban berat atau traksi jalan rendah. Torsi besar dari mesin disalurkan melalui transmisi dan propeller shaft ke drive shaft dan drive pinion, yang memutar ring gear, differential pinion, side gear dan axel shaft. Karena salah satu roda kehilangan daya cengkeram, hambatan putarannya menjadi lebih kecil sehingga differential secara mekanis mengalirkan torsi ke sisi tersebut. Akibatnya differential pinion (spider gear) di dalam differential berputar cepat di porosnya, membuat side gear pada roda yang selip berputar sangat cepat sementara side gear roda lainnya kekurangan torsi. Kondisi ini menyebabkan satu roda mengalami putaran berlebih (spin), roda lainnya tertahan, dan kendaraan kehilangan traksi, yang dikenal sebagai spin out, serta berpotensi mempercepat keausan gear, bearing, dan ban jika sering terjadi.

Image

Differential pinion (Spider gear) dan side gear dirancang untuk menyesuaikan perbedaan putaran roda kanan dan kiri saat kendaraan berbelok, bukan untuk bekerja terus-menerus pada putaran sangat tinggi akibat slip.

  1. Dampak Kerusakan yang Terjadi
    Beberapa kerusakan yang umum ditemukan antara lain:
    Image

    1. Luka gores (Galling) pada shaft spider gear
    2. Retak (Crack) pada komponen
    3. Kerusakan pada shaft Spider Gear

    Jika kondisi ini terus dipaksakan, kerusakan akan semakin parah seperti contoh di bawah ini.
    Image

    1. Spider gear patah
    2. Kerusakan lanjutan pada komponen differential lainnya
  2. Alur Terjadinya Kerusakan (Flow Problem)
    Image

  3. Tips & Pencegahan
    Untuk mencegah kerusakan differential, lakukan hal berikut:
    Image
    Image
    Image
    Spesifikasi Oli Differential :
    Image

    Periode dan Interval :
    Image

Image

Image
Image

  1. Kesimpulan
    Kerusakan differential umumnya dikarenakan cara pengoperasian yang tidak tepat dan penggunaan Oli yang tidak sesuai spesifikasinya. Dengan memahami cara kerja differential dan menerapkan teknik berkendara yang benar, usia pakai komponen dapat lebih panjang dan biaya perawatan dapat ditekan.