Seiring diterapkannya standar emisi Euro 4 di Indonesia, penggunaan bahan bakar yang sesuai menjadi faktor penting untuk menjaga performa dan keandalan kendaraan diesel modern, termasuk kendaraan Hino.
Materi ini disusun sebagai panduan resmi untuk membantu customer memahami standar bahan bakar yang tepat, potensi risiko apabila menggunakan BBM yang tidak sesuai standar Euro 4, serta solusi teknis agar kendaraan tetap optimal meskipun menggunakan biodiesel.
-
Apa standar bahan bakar Mesin Diesel Euro 4 ?

- Cetane Number minimal 51
- Kandungan sulfur maksimum 50 ppm
- Gunakan solar berkualitas standar Euro 4 (Pertamina Dex atau setara)
-
Apa dampak Penggunaan BBM Tidak Standar Euro 4?

- Korosif
- Keausan tinggi
- Mesin cepat panas dan Performa mesin menurun
- Penyumbatan filter solar
- Memperpendek umur komponen (sistem EGR, DOC, SCR, injector, pump)
-
Solusi Agar Kendaraan Tetap Bisa Memakai Biodiesel?
Poin Pengecekan :

- Periksa pre-fuel filter setiap hari dan kuras apabila ada air/kotoran.
- Biodiesel menghasilkan lebih banyak air, jadi kuras separator air lebih sering dibandingkan solar biasa.
- Gunakan filter asli Hino dan lakukan penggantian sesuai interval servis pada kendaraan.
- Gunakan Strainer KIT untuk mencegah endapan kotoran yang berasal dari biosolar B30 ini sampai ke filter solar.

- Hindari solar berkualitas buruk atau pengganti karena dapat merusak mesin dan tidak dijamin garansi.
- Periksa kondisi tanki bahan bakar & lakukan kuras secara rutin (setiap 3 bulan)
- Hindari mencolok tangki menggunakan stick / kayu untuk mengukur volume bahan bakar secara manual (dapat membentur/merusak fuel sender gauge)
-
Tips Tambahan :
Untuk menjaga performa dan keawetan kendaraan:- Selalu lakukan servis berkala di Dealer Resmi Hino
- Gunakan BBM sesuai standar Euro 4
- Pastikan sistem bahan bakar dalam kondisi bersih dan terawat
